Maksud dan Tujuan Mengajar

Maksud dan Tujuan Mengajar

Guru wajib menetapkan maksud dan tujuan mengajar murid sebagaimana ditetapkan Allah :

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلآئِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمتِ إِلَى النُّوْرِ، وَكَانَ بِالـمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا

Dialah (Allah) yang terus menerus memberi rahmat kepada kamu, (demikian pula) para Malaikat-Nya (memohonkan ampun untuk kamu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS.33:43)

Sebagai bukti kasih sayang Allah guru berusaha sekuat kemampuan yang diamanatkan Allah kepadanya untuk mengeluarkan muridnya dari kegelapan kepada cahaya, yakni dari :

  1. Kufur (tertutup), kepada Syahadah (terbuka) bersaksi kepada Allah, atau kufur ni’mat kepada syukur ni’mat kepada Allah
  2. Syirik (menyekutukan Allah dengan selain-Nya) kepada Tawhid, yakni meyakini Allah satu-satunya tuhan yang mengurus dan mengatur alam ini (Tawhid Rububiyah) dan meyakini Allah Satu-satunya Tuhan yang berhak diibadati (Tawhid Uluhiyah).
  3. Rayb, yakni penyakit hati ragu-ragu terhadap kebenaran Allah dan rasul-Nya, kepada Yaqien, yakni meyakini sepenuh hati akan kebenaran keduanya itu.
  4. Al-Bathil yakni kesalahan dan kesesatan kepada al-Haqq yakni kebenaran dan ketepatan jalan hidup yang ditempuh
  5. Jahalah, kebodohan dan ketidaktahuan kepada ‘alamah yakni kepada kepintaran dalam ilmu pengetahuan
  6. Al-Khathak yakni kekeliruan kepada al-Shawab, yakni ketepatan
  7. ‘Ilmu, pengetahuan kepada ‘Amal menjelma dalam praktek, tidak sebatas pengetahuan semata.
  8. Riya, atau Sum’ah yakni ingin mendapat pengakuan atau pujian dari manusia kepada Ikhlash semata-mata menghindarkan murka Allah atau hanya untuk memperoleh ridha-Nya.
  9. Fasiq kepada Taqwa, yakni perbuatan dosa besar atau terus menerus dalam dosa kecil beranjak dan meningkat kepada ketaqwaan dengan selalu memelihara diri dari dosa dan selalu taat akan perintah Allah dan Rasul-Nya.